Setelah melewati tidur beberapa malam yang sangat tidak mengenakkan.. tadi malam aku tidur dengan sangat nikmat, pulas..dan nyaman. Pas subuh aku tiba-tiba terbangun, karena mimpi.. aku mimpikan Bebeng yang sedang duduk disuatu sudut sambil mengantuk dan menyanyikan tembang sunda yang sangat familiar (tapi setelah setelah terbangun aku lupa lagu apa itu). Aku sedang berjalan melewatinya kemudian menghampirinya, kuliat dia menangis sambil bernyanyi dan mata yang terpejam, oooh Tuhan apakah Bebeng merindukan maminya? Dalam mimpi itu aku raih dia dalam gendonganku dan ikut menyanyikan lagu itu untuk menidurkannya, mungkin lagu itu yang sering dinyanyikan maminya untuk meninabobokannya (untung dalam mimpi, mana mungkin aku kuat menggendong anak umur 6 thn) Aku terbangun dan berasa kangen sekali padanya.. Hari ini aku niat untuk menelponnya dan berbicara dengannya.
Bebeng sayang… malang nian nasibmu sayang.. masih kecil tapi mami mu sudah “pergi”… Aku sayang sekali sama Bebeng.. diusianya yang hampir 6 tahun, badannya termasuk agak kecil. Tapi lincahnya jangan ditanyakan… seperti cacing kepanasan.. ;)). Bebeng dan adiknya Keko tinggal di rumah mamaku, setelah “kepergian” mami mereka, Keko ditangani oleh Sonya adikku yang tinggal serumah dengan mamaku dan Bebeng lebih sering dirumah Oling kakakku yang tinggal di rumah sebelah persis rumah mamaku. Notabene mereka tidak diabaikan dan tetap tinggal berdekatan. Hampir tiap minggu aku menelpon ke rumah menanyakan gimana kabar kurcaci-kurcaci kecil di rumah yang selalu bikin opungnya jadi pusing. Tidak akan ada yang bisa menggantikan cinta mami mu padamu sayang, tapi masih banyak cinta-cinta lain untuk kalian berdua.. dari uda u, om tuyang, papa, oenk, nyonya, bou ninci, amangbou ndut, bou nui, opung, om kantor, om riki yang selalu perduli dan sayang pada kalian.
Bou sayang Bebeng… Bou juga kangen ama Bebeng.. Bebeng sayang tetap rajin berdoa ya, karena Tuhan Yesus juga sangat sayang sama Bebeng dan Keko. I wish I could do more for you my beloved nephews.. Luv u always.



